Monthly Archives: Desember 2014

Tulisan Terbaik Syekh Ali Thanthawi Mesir

Inilah diantara tulisan terbaik Syekh Ali Thanthawi Mesir  Rahimahullah:

Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih.
Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.
Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.

Akan banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaannya untuk ikut menguburkanmu. Dan mungkin banyak yang sudah tidak lagi memikirkan nasihatmu pada suatu hari…..
Read the rest of this entry

Iklan

15 Hikmah Sakit

Tak ada seorangpun di dunia ini menginginkan sakit. Namun dikala sakit itu datang, kita tidak bisa menghindarinya. Sebenarnya dibalik penderitaan sakit itu banyak hal yang bisa kita petik sebagai hikmah dalam kehidupan.

Menurut Salim A Fillah, ada 15 hikmah yang didapatkan pada saat seseorang menderita sakit, yaitu :

1. Sakit itu dzikrullah
Mereka yang menderitanya akan lebih sering dan syahdu menyebut Asma ALLAH di banding ketika dalam sehatnya.

2. Sakit itu istighfar
Dosa-dosa akan mudah teringat, jika datang sakit, sehingga lisan terbimbing untuk mohon ampun.

3. Sakit itu tauhid
Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, kalimat thoyyibat yang akan terus digetar?
Read the rest of this entry

Menggapai Hati yang Selamat

Tulisan ini asli Copasnya alias Repost. Sayang sekali untuk dibuang atau sekedar dibaca dan sudah…. begitu saja.
Saya ingin menjadikan ini sebagai pengingat untuk saya dan semoga yang menuliskan ini pun bersedia jika saya share di sini.
Semoga ini akan menjadi suatu amalan kebaikan yang tak akan putus untuk kita semua…
Read the rest of this entry

Sepenggal Kisah Dari Cairo, Sebuah Kota Yang Indah Di Pinggir Sungai Nil


Seorang Syekh yang bijak dan alim sedang berjalan-jalan santai bersama salah seorang diantara murid-muridnya di sebuah taman…
Di tengah-tengah asyik berjalan sambil bercerita, keduanya melihat sepasang sepatu yang sudah usang lagi lusuh. Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yang bertugas di sana, yang sebentar lagi akan segera menyelesaikan pekerjaannya.
Sang murid melihat kepada syekhnya sambil berujar:
“Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi di
belakang pohon-pohon? Nanti ketika dia datang untuk memakai sepatunya kembali, ia akan kehilangannya. Kita lihat bagaimana dia kaget dan cemas!” Read the rest of this entry