PENDIDIKAN KARAKTER

hold-my-hand-807847-mDewasa ini pendidikan karakter mulai menjadi pembicaraan luas dalam masyarakat termasuk di berbagai media cetak dan media elektronik karena banyaknya tingkah dan perbuatan manusia yang menyimpang dari jalurnya. Apalagi di Indonesia yang kehidupan masyarakatnya berlandaskan ketuhanan yang maha esa dimana warganya memiliki agama yang berarti seharusnya mereka menjalankan kehidupan berdasarkan aturan agama yang dianutnya. Namun apa yang dilihat masih jauh dari yang diharapkan. Apakah adanya kealpaan di masa lalu sehingga nilai-nilai karakter tersebut terabaikan. Untuk itu saat ini dan seterusnya pembentukan dan pendidikan karakter dari sejak dini perlu dilakukan. Dimulai dari rumah, di sekolah dan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kata karakter berasal dari Bahasa Inggris yang berarti :

  1. Structural enduring element or characteristic which give continuity to personality overtime (sepanjang waktu).
  2. Personality viewed to relation to some system of morality or criterion of value.
  3. Personality of some part seen as the determinant of morality or criterion of value.
  4. The end of product of a line of development that has been controlled by or definited gene (according to Mendel).

Karakter atau watak manusia erat kaitannya dengan struktur kepribadian (pesonality) seseorang dalam perjalanan hidupnya.

  1. Personality is the total psychological and social reactions of an individual, the synthesis of his subjective , emotional and mental life has behavior and his reactions to the environment, the unique of individual traits of a person are connected to a lesser (makin kecil) degree by personality than by term of character.
  2. Personality is the organization of characteristic behavior traits which server to describe an individual.

Menurut ahli Psikologi Dalam (Depth Psychology) Sigmund Freud, bahwa kepribadian atau personality adalah segala sesuatu yang dimiliki seseorang yang membedakannya dari orang lain artinya tidak ada dua orang yang sama kepribadiannya karena pengaruh dari struktur jasmani, traits (sifat-sifat) yang dimilikinya dan tipe kepribadiannya atau lingkungan tempat ia berada atau environtment serta keyakinan beragama yang dipeluknya.

Karakter atau watak manusia dipengaruhi oleh sifat kepribadian atau sifat-sifat dirinya yang menonjol, yaitu sifat keakuan atau egoistik, sifat objective atau sifat menerima kenyataaan apa adanya, sifat mendahulukan Kepentingan orang banyak atau altruisme atau altruiths dan adat budayanya.

Watak atau karakter seseorang dapat dilihat dari tingkah laku yang kelihatan seperti ucapannya, tindak tanduknya, pakaian atau penampilannya yang disebut cover behavior.

Berdasarkan konsep dan uraian di atas maka pendidikan karakter adalah pendidikan yang dapat menuntun dan mengarahkan tingkah lakunya, cara berpikirnya tidak bertentangan kehidupan masyarakat, budaya dan agama yang diyakininya benar.

Untuk berhasilnya pendidikan watak atau karakter adalah kepada anak, siswa, dan orang yang bersangkutan harus memahami, menghayati ketulusan hati, kejujuran, dapat dipercaya, dan menjauhkan diri dari cara berpikir, berperasaan dan berpenampilan yang bertentangan dengan norma agama, adat, dan budaya serta hati nurani (the deepest inner state).

Posted on November 17, 2013, in Catatan Kuliah, Pendidikan and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: