Aturan Etika dan Moral dalam Penggunaan Perangkat Lunak Teknologi Informasi dan Komunikasi

ethics-signEtika berasal dari bahasa Yunani, ethos  atau  etha  yang berarti tempat tinggal, padang rumput, kebiasaan, atau adat istiadat. Menurut Aristoteles, Etika digunakan untuk menunjukkan filsafat moral yang menjelaskan fakta moral tentang nilai dan norma moral, perintah, tindakan kebijakan dan suara hati.

Etika adalah Ilmu tentang ajaran-ajaran moral, dengan pemikiran rasional, kritis dan sistematis. Etika menuntun seseorang untuk memahami dasar-dasar ajaran moral.

Moral berasal dari bahasa Latin : mos  atau mores, berarti adat istiadat, kebiasaan, kelakuan, tabiat, watak, akhlak dan cara hidup. (E.Y. Kanter)

Moral lebih mengacu pada baik buruknya tingkah laku manusia yang dapat menuntunnya pada cara ia hidup mengenai apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan.

Etika dan moral perlu mendapat perhatian yang utama dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Fungsi Etika dan Moral perlu diterapkan terutama perangkat lunak (software komputer).

Perangkat lunak merupakan bagian dari kekayaan yang berasal dari pemikiran dan budidaya manusia. Perangkat lunak sama halnya dengan program komputer dalam teknologi informasi LEBIH DIHARGAI DARIPADA PRODUK LAINNYA

Pembajakan software komputer adalah kegiatan penduplikasian atau penyalinan oleh pihak yang tidak berwenang yang terjadi di seluruh dunia, yang rnerugikan pembuat software dan tidak berkembangnya industri software komputer di negara yang memiliki tingkat pembajakan software yang tinggi.

Software termasuk information goods yang mempunyai karakteristik hasil reproduksi antara yang asli dengan salinannya akan persis sama dan struktur biaya tetap tinggi namun biaya reproduksinya sangat marjinal dapat menjelaskan mengapa pembajakan software dengan mudah dapat dilakukan.

Software merupakan produk intelektual dilindungi oleh hukum hak cipta, dan WTO (World Trade Organization) mengharuskan setiap anggotanya untuk meratifikasi TRIPS (trade in intellectual property and counterfeting product) sebagai syarat untuk melakukan perdagangan intemasional produk intelektual.

Berdasarkan hasil penelitian dalam kategori faktor ekonomi, hukum, teknologi komunikasi dan informasi, e-commerce dan pendidikan, hasil analisis menunjukan bahwa : faktor ekonomi, hukum dan teknologi komunikasi dan informasi menjadi penyebab utama dalam pembajakan software dan ditemukan pula bahwa faktor pendidikan menjadi penyebab tidak langsung atas pembajakan software melalui faktor ekonomi.

Posted on Juni 9, 2013, in Lain-lain, Pendidikan, TIK. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: