Teknik Mengukur Kesalahan Diri

Jangan tanyakan mengapa seseorang membencimu, sebelum kamu tanyakan dirimu sendiri mengapa kamu peduli akan hal itu.

Tehnik berkaca pada orang lain cukup efektif utk mengukur kesalahan diri sendiri, setidaknya mengajarkan kita untuk tidak gampang menilai diri sendiri dalam pandangan kebaikan, sementara memandang orang lain “selalu” dalam pandangan buruk, meskipun terkadang engkau beralasan cuma menegurnya, tapi caramu seringkali seperti malaikat yang tak pernah salah.

Awas, jangan terjebak dalam “kesalehan publikatif”.

Sholehkan hati, sholehkan lisan, sholehkan sikap dan tindakan.

Kesalehan itu proses yang tak selesai, tak selesai dengan haji-mu, tak selesai dengan kerudung-mu, tak juga selesai dengan gelar ustadz-mu.

Proses itu baru berakhir saat engkau menjemput kematian dalam kesalehan. Salehkan hati dan sikapmu, dan biarkan penduduk langit yang  akan mempublikasikan kesalehanmu…

Posted on November 18, 2012, in renungan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: