Fungsi Rangkap Manusia dalam Pendidikan

Manusia bila panjang usianya ia akan mengalami fungsi rangkap hidupnya, bahkan sampai mati aginga (usia sangat lanjut) yaitu pada suatu saat ia menjadi menjadi anak didik atau siswa disebut homoeducandum. Pada waktu lain setelah dewasa ia menjadi pendidik yaitu setelah berumah tangga dan mempunyai anak, maka yang bersangkutan berubah menjadi orang tua anak dan mendidik dan mengajar anak mulai dari minum (susu), makan, tidur, bermain, berjalan, berbicara, tidur dan seterusnya. Apa saja yang ada pada dirinya adalah hasil didikan orang tua Homoeducandis.

 

Bila seseorang memperoleh pendidikan sekolah guru setelah tamat ia langsung menjadi Homoeducandus . Setelah ada kemampuan untuk melanjutkan ke S2 atau S3 maka ia kembali  menjadi Homoeducandum.

Bila kita amati kehidupan manusia dari aspek pendidikan banyak manusia berfungsi rangkap yaitu pada masa yang sama menjadi anak didik (pelaJar/mahasiswa) dan menjadi guru di sekolah. Seperti grafik linier berikut :

1). lahir ke dunia   –>   2). Homo educandum    –>   3). 21 th, Dewasa, orang tua   –>

     Orok, bayi                             anak+siswa                                  homoeducandus                         

4). menjadi mahasiswa     –>   5).besok mengajar di Sekolah   –>  

     Homoeducandum                                 Homoeducandus

6).sudah tua mendidik cucu ,dst.

Homo homoeducandus

Posted on Agustus 4, 2011, in Catatan Kuliah, Pendidikan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: