KODE BABI PADA MAKANAN BERKEMAS

Hampir di seluruh negara bagian barat, termasuk Eropa pilihan utama untuk daging adalah daging babi. Peternakan babi sangat banyak terdapat di negara- negara tersebut. Di Perancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000 unit. Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan hewan lainnya. Namun, orang Eropa & Amerika berusaha menghindari lemak-lemak itu.

Yang menjadi pertanyaan dikemanakan lemak-lemak babi tersebut ? Babi-babi dipotong di rumah jagal yang diawasi BPOM, tapi yang bikin pusing POM adalah membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi. Dahulu sekitar 60 tahun lalu, lemak-lemak babi itu dibakar. Kini merekapun berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut.

Sebagai awal uji cobanya, mereka membuat sabun dengan bahan lemak babi, dan ternyata berhasil. Lemak-lemak itu diproses secara kimiawi, dikemas rapi dan dipasarkan. Negara di Eropa memberlakukan aturan yang mewajibkan bahan setiap produk makanan, obat-obatan harus dicantumkan pada kemasan. Karena itu, bahan dari lemak babi dicantumkan dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada kemasan produknya. Agar mudah dipasarkan, penulisan lemak babi dalam kemasan diganti dengan lemak hewan. Ketika produsen ditanya pihak berwenang dari negara Islam, maka dijawab lemak tersebut adalah lemak sapi & domba. Meskipun begitu lemak-lemak itu haram bagi muslim, karena penyembelihannya tidak sesuai syariat Islam. Label baru itu dilarang keras masuk negara Islam, akibatnya produsen menghadapi masalah keuangan sangat serius, karena 75% penghasilan mereka diperoleh dengan menjual produk ke negara Islam, mengingat laba yang dicapai bisa mencapai miliaran dollar.

Akhirnya, mereka membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti BPOM, sementara orang lain tak ada yang tahu. Kode diawali dengan E – CODES, E-INGREDIENTS, ini terdapat dalam produk perusahaan multinasional, antara lain : pasta gigi, pemen karet, cokelat, gula2, biskuit, makanan kaleng, buah2an kaleng, dan beberapa multivitamin serta masih banyak lagi jenis makanan & obat2an lainnya. Sejak produk2 diatas banyak dikonsumsi negara2 muslim, kita sebagai negara muslim sedang mengalami masalah penyakit masyarakat, yakni : seperti hilangya rasa malu, kekerasan, seks (kumpul kebo).

Karena itu, mohon kepada sesama muslim dimana pun, untuk memeriksa secara seksama bahan2 produk yang akan kita konsumsi dan mencocokannya dengan daftar kode E-CODES, berikut ini karena produk dengan kode-kode di bawah ini, positif mengandung lemak babi : E100, E110, E120, E-140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234, E252, E270, E280, E325, E326, E327, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482, E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635, E904.

Adalah tanggungjawab kita bersama untuk mengikuti syari’at Islam dan juga memberitahukan informasi ini kepada sesama muslim lainnya.

Semoga bermanfaat. (M. Anjad Khan,  Medical Research Institute United States)

NB (Nambahan Baru) :

Kalo membeli makanan kita juga gampang mengetahui halal atau haram, caranya dengan melihat ada tidaknya kode E – trus tiga digit angka dibelakangnya, dan itu artinya bahan2 berasal dari lemak babi…

Sebenarnya tak hanya E471 tapi juga E472, para keluarga muslim Groningen  the  Netherlands & ikatan keluarga  muslim Eropa memperingatkan untuk mengecek  content/ingredient emulsifier ini pd setiap produk makanan yg akan dibeli. Ternyata emulsifier juga ada yang digunakan pada roti tawar. Karena itu, disarankan kepada keluarga muslim utk pilih roti tawar dengan istilah  biological bread (non-chemical additive), tentu saja resikonya harga lebih mahal  (1/2 blok  roti tawar jenis ini hampir 3 X harga roti tawar dengan emulsifier), yang  pentingkan halal.

FYI …. E471 biasa dikenal dg sebutan lecithin è originnya merupakan ekstrak dari tulang babi. E472  originnya adalah ekstrak tulang babi. Kedua additive ini merupakan senyawa turunan dari asam lemak (fatty acid). Biasanya kedua additive ini sangat sering ditemukan pada produk2 berikut : Produk makanan mengandung cokelat seperti : roti, ice cream, biskuit, dll Produk makanan yg perlu elmusifier seperti : coklat bar, ice cream, or bulk, coffee cream, marshmallo, jelly, dsb.

Satu lagi yang lagi marak di Indonesia. Ditemukannya kandungan ataupun lebih parahnya lagi daging babi itu sendiri dijadikan dendeng dan abon namun dengan label dendeng atau abon daging sapi. Masyarakat semakin dibuat bingung apalagi kode-kodenya dipalsukan dan bertuliskan halal lagi. Kita sebagai konsumen hanya bisa mengurut dada dengan kelakuan produsen nakal seperti itu. Dan yang pasti. Kita harus pintar dan lebih selektif dalam memilih produk yang akan dikonsumsi. Selanjutnya… tergantung pada pemerintah untuk membongkar kasus tersebut dan harus sering-sering melakukan inspeksi ke pasar-pasar dan lebih selektif lagi untuk mengijinkan produk-produk luar yang ga jelas untuk diimpor ke negara ini.

Demikian sekilas info, semoga bermanfaat Wallahu’alam bi shawab

Posted on Mei 4, 2009, in Lain-lain and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: